TUGASKU
KAWASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN (AECT, 1997)
A. DEFINISI TEP
AECT, 1977 mendefinisikan teknologi pendidikan sebagai Suatu proses komplex yang terintegrasi meliputi manusia, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisa masalah yang menyangkut semua aspek belajar, serta merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah. (Educational Tecnology, Definition and Glossary of Terms, Volume 1, AECT 1977).
Teknologi Pendidikan dapat pula dirumuskan sebagai suatu bidang yang memiliki unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :
- Suatu bidang yang berkepentingan dengan kegiatan belajar manusia.
- Kegiatan itu dilaksanakan secara sistematis, mencakup: identifikasi pengembangan, perorganisasian dan penggunaan segala macam sumber belajar.
B. Kawasan Teknologi Pendidikan
Kawasan (Domain) Teknologi PendidikanMenurut AECT, 1977 :
Penjelasan Diagram pemetaan Kawasan (Domain) Teknologi Pendidikan :
1. Fungsi Pengelolaan Pendidikan
maksud fungsi ini adalah proses mengarahkan atau mengendalikan atau koordinasi satu atau lebih fungsi pengembangan pendidikan atau fungsi pengelolaan pendidikan yang lain agar dapat dijamin efektivitasnya. Fungsi Pengelolaan Pendidikan meliputi Pengelolaan Organisasi PendidikandanPengelolaan Personel Pendidikan.
2. Pengelolaan Organisasi Pendidikan
Tujuannya Menentukan, mengadakan perubahan, atau melaksakan kegiatan demi tercapainya tujuan, filosofis, kebijaksanaan, susunan organisasi, anggaran, hubungan ke dalam dan ke luar, dan prosedur administrasi suatu organisasi yang melaksanakan satu atau lebih fungsi pengembangan atau fungsi pengelolaan.
Contoh : Melaksanakan atau memimpin kegiatan proyek yang meliputi dua atau lebih fungsi. Memonitor atau mengadakan perubahan kegiatan pusat sumber belajar. Menyelenggarakan pelayanan ketatausahaan dalam pusat audiovisual .
3. Pengelolaan Personel Pendidikan
Tujuannya Mengadakan hubungan dengan dan/atau memberikan supervisi terhadap orang-orang yang melakukan kegiatan sesuai dengan fungsinya.
Contoh: Mensupervisi personel di unit grafis. Meningkatkan komunikasi antara teknisi dan artis. Mengangkat staf proyek.
4. Pengelolaan Personel Pendidikan
Tujuannya Mengadakan hubungan dengan dan/atau memberikan supervisi terhadap orang-orang yang melakukan kegiatan sesuai dengan fungsinya.
Contoh: Mensupervisi personel di unit grafis. Meningkatkan komunikasi antara teknisi dan artis. Mengangkat staf proyek.
5. Fungsi Pengembangan Pendidikan.
Maksud fungsi ini adalah proses analisis masalah, penentuan cara pemecahan, pelaksanaan dan evaluasi pemecahan masalah . Fungsi Pengembangan Pendidikan dalam bentuk Riset-teori, Disain, Produksi, Evaluasi-Seleksi, Logistik, Pemanfaatan, dan Penyebarluasan / pemanfaatan.
6. Riset-Teori
Tujuannya:Untuk menghasilkan dan mentes pengetahuan (teori dan metodologi riset) yang berhubungan dengan fungsi, Sumber Belajar, dan siswa.
Contoh: Membuat dan memberikan pemahaman tentang model teoritik. Melaksanakan proyek riset. Menganalisis data penelitian.
7. Disain
Tujuannya: Menerjemahkan pengetahuan teoritik yang bersifat umum ke dalam bentuk-bentuk spesifikasi terinci untuk keperluan pembuatan Sumber Belajar.
Contoh: Menyusun disain bahan pembelajaran terprogram. Mengembangkan modul untuk pembelajaran individual. Membuat disain sistem peralatan.
8. Produksi
Tujuannya: Menerjemahkan spesifikasi Sumber Belajar kedalam bentuk barang jadi.
Contoh :Memproduksi tape audio. Menjadi sutradara pembuatan film. Menulis program komputer untuk keperluan pengajaran dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu.
9. Evaluasi-Seleksi.
Tujuannya: Menilai dapat tidaknya diterima produk Sumber Belajar yang telah dihasilkan berdasar kriteria yang ditetapkan oleh fungsi-fungsi lain, dan mengembangkan model untuk penilaian ini.
Contoh:Mengadakan ujicoba prototipe paket instrusional. Mereview dan memilih paket instruksional. Mengembangkan model dan teknik evaluasi.
10. Logistik
Tujuannya : Mengusahakan tersedianya Sumber Belajar sehingga dapat digunakan oleh fungsi-fungsi lain.
Contoh: Menyiapkan peralatan sesuai dengan kebutuhan. Memberikan pelayanan pengiriman. Membuat katalog bahan (paket) instruksional.
11. Pemanfaatan
Tujuan: Mengusahakan agar pelajar dapat berinteraksi dengan Sumber Belajar.
Contoh : Membantu pelajar melakukan kegiatan belajar. Memonitor pengajaran mandiri dan pengajaran individual. Membantu pelajar memilih kegiatan belajar dalam rangka mencapai tujuan instruksional.
12. Penyebarluasan /Pemanfaatan
Tujuan : (Sub fungsi khusus pemanfaatan) Mengusahakan agar para pelajar mendapatkan informasi yang berhubungan dengan teknologi pendidikan.
Contoh : Mengadakan konsultasi tentang disain dan penggunaan bahan (paket) instruksional. Memberikan kuliah fotografi. Memberikan penjelasan tentang proyek pembelajaran individual. Meningkatkan pemanfaatan pelayanan pusat sumber belajar yang disediakan bagi para guru.
13. Sumber Belajar (untuk Teknologi Pendidikan) meliputi semua sumber (data, orang, dan barang) yang dapat digunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, biasanya dalam situasi informal, untuk memberikan fasilitas belajar. Sumber belajar itu meliputi Pesan, Orang , Bahan, Alat/Peralatan, Teknik, dan Latar (lingkungan).
14. Pesan
ialah informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain, dapat berbentuk ide, fakta, makna, dan data.
Contoh : materi bidang studi misalnya sejarah Yunani, Hukum Ohm, Hasil-hasil Bumi, Sistem parlemen pemerintahan, perubahan kata kerja, dll.
15. Orang
yaitu orang-orang yang bertindak sebagai penyimpan dan/atau menyalurkan pesan.
Contoh : Guru, siswa, pelaku, pembicara, nara sumber.
16. Bahan
yaitu barang-barang (lazim disebut media atau perangkat lunak “software”) yang biasanya berisikan Pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan: kadang-kadang bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian.
Contoh : Transparansi, slide, filmstrip, film 16 mm, film 8 mm, video tape, piringan hitam, tape audio, bahan pengajaran terprogram, progran pengajaran dengan menggunakan komputer, buku, jurnal.
17. Alat/Peralatan.
yaitu barang-barang (lazim disebut perangkat keras “hardware”) digunakan untuk menyampaikan Pesan yang terdapat pada bahan.
Contoh : Overhead Projector (OHP), proyektor slide, proyektor filmstrip, proyektor film 16 mm, proyektor film 8 mm, perekaman tape radio, perekaman audio, pesawat televisi, pesawat radio, mesin penyimpan informasi, mesin belajar, mesin tulis dilengkapi suara, mesin komputer.
18. Teknik.
yaitu prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, latar/lingkungan, dan orang untuk menyampaikan pesan.
Contoh: komputer alat bantu pengajaran, pengajaran terprogran, simulasi, permainan, studi eksplorasi, metode bertanya, studi lapangan, pengajaran dalam bentuk tim, pengajaran individual, belajar -mengajar mandiri, pengajaran kelompok, ceramah, diskusi.
19. Latar/lingkungan\
yaitu lingkungan di mana Pesan diterima oleh pelajar.
Contoh: lingkungan fisik : gedung sekolah, pusat penyimpanan paket instruksional, perpustakaan, studio, ruang kelas, auditorium, bisa juga pasar, pantai, terminal. lingkungan non fisik : penerangan, sirkulasi udara, pendinginan, pemanasan.(AECT 1986: 9-10)
20. Satu unsur penting dalam kawasan teknologi pendidikan adalah Si-belajar . yaitu manusia yang menjadi subyek dalam pendidikan, karena seluruh kegiatan dalam teknologi pendidikan untuk memecahkan masalah-masalah yang berkenaan dengan semua aspek belajarmanusia/si-belajar.
Si-belajar
adalah manusia-manusia, orang-orang yang melakukan kegiatan belajar baik dalam situasi formal maupun informal. Seseorang dikatakan melakukan kegiatan belajar jika berinteraksi dengan sumber belajar, belajar pasti berinteraksi dengan sumber belajar. sehingga dalam gambar kawasan teknologi pendidikan antara unsur Sumber Belajar dengan unsur si-Belajar ada panah berujung duayang berarti antara kedua unsur tersebut saling berinteraksi. Jadi semua kegiatan dalam teknologi pendidikan termasuk sumber belajar digunakan untuk memberikan fasilitas, kemudahan belajar bagi manusia.
A. Kawasan Teknologi Pembelajaran
Kawasan (Domain) Teknologi PembelajaranMenurut AECT, 1977
Komentar
Posting Komentar